Tambang Terbuka
Indonesia dengan hamparan kekayaan alam yang melimpah membuat para investor melirik untuk menanamkan modalnya,terutama dibidang pertambangan.Memang akhir-akhir ini dunia pertambangan jadi primadona dimana banyak perusahaan yang menanamkan modalnya baik dari dalam maupun dari luar negeri.
Bentuk tambang indonesia pada umumnya adalah tambang terbuka,dimana membutuhkan banyak biaya dan daerah penambangan yang cukup luas.Daerah penambangan hampir merata diseluruh pelosok tanah air.Contoh yang paling kongkrit adalah kalimantan hampir seluruh propensi terdapat perusahaan tambang terkemuka di Indonesia.
Perusahaan tambang yang tersebar diseluruh pelosok kalimantan pada umumnya adalah tambang terbuka atau open pit.Ciri-ciri tambang ini adalah pembukaan lahan/hutan yang akan dijadikan lahan penambangan yang cukup luas dan eksploitasi sumber alam secara besar-besaran.
Tambang Terbuka – juga disebut tambang permukaan– hanya memiliki nilai ekonomis apabila lapisan batubara berada dekat dengan permukaan tanah. Metode tambang terbuka memberikan proporsi endapan batubara yang lebih banyak daripada tambang bawah
tanah karena seluruh lapisan batu bara dapat dieksploitasi – 90% atau lebih dari batu bara dapat diambil. Tambang terbuka yang besar dapat meliputi daerah berkilo-kilo meter persegi dan menggunakan banyak alat yang besar, termasuk: dragline (katrol penarik), yang memindahkan batuan permukaan; power shovel (sekop hidrolik); truk-truk besar, yang mengangkut batuan permukaan dan batu bara; bucket wheel excavator (mobil penggali serok); dan ban berjalan. Batuan permukaan yang terdiri dari tanah dan batuan
dipisahkan pertama kali dengan bahan peledak; batuan permukaan tersebut kemudian diangkut dengan menggunakan katrol penarik atau dengan sekop dan truk. Setelah lapisan batu bara terlihat, lapisan batu bara tersebut digali, dipecahkan kemudian ditambang secara sistematis dalam bentuk jalur-jalur. Kemudian batu bara dimuat ke dalam truk besar atau ban berjalan untuk diangkut ke pabrik
pengolahan batu bara atau langsung ke tempat dimana batu bara tersebut akan digunakan.
Belum ada komentar.
Tinggalkan Balasan
-
Arsip
- April 2011 (1)
- Agustus 2009 (9)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS






